Pradana Training Canter info: for info contact our customer service training at 021-80873837 email: info@pradanasatyajaya.com / psj@mail.com
Jadwal Training 2017

 

JADWAL TRAIING 2017

PRADANA TRAINING CENTER

 

NAMA TRAINING

TANGGAL

DURASI

TYPE

GROUND SUPPORT EQUIPMENT (GSE)  & MARSHALLER

08 MEI 2017

6 HARI

LISENSI

HELICOPTER LANDING OFFICER (HLO)

15 MEI 2017

6 HARI

LISENSI

DANGEROUS GOODS TYPE A

22 MEI 2017

6 HARI

LISENSI

 

Untuk syarat pendaftaran :

1.       Fotocopy KTP

2.       Surat keterangan berbadan sehat dan tidak buta warna dari Dokter / Puskesmas

3.       Fotocopy Ijazah terakhir

4.       Pas Photo 2 x 3 berwarna

a.       latar belakang merah untuk ( Dangerous Goods, dan Avsec )

b.       latar belakang merah untuk ( GSE dan HLO )

5.       Fotocopy SIM B, untuk training (GSE)

6.       SKCK (untuk training Basic Avsec)

7.       Mengisi formulir permohonan ( didapatkan saat pendaftaran )

 

Untuk informasi pendaftaran :

 

PRADANA TRAINING CENTER

Bandara Halim Perdanakusuma,

Terminal Kedatangan Lt. 2 No. A 51A, Jakarta Timur, Indonesia

Telephone    : (021) 80873837

Facsimile       : (021) 80873837

 

Email                     : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pengertian Bandar Udara
Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.

Bandar udara memiliki peran sebagai:

  1. Simpul dalam jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi bandar udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan sesuai hierarki bandar udara;
  2. Pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataanpembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi sertakeselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang digambarkan sebagai lokasi dan wilayah di sekitar bandar udara yang menjadi pintu masuk dan keluar kegiatan perekonomian;
  3. Tempat kegiatan alih moda transportasi, dalam bentuk interkoneksi antar moda pada simpul transportasi guna memenuhi tuntutan peningkatan kualitas pelayanan yang terpadu dan berkesinambungan yang digambarkan sebagai tempat perpindahan moda transportasi udara ke moda transportasi lain atau sebaliknya;
  4. Pendorong dan penunjang kegiatan industri, perdagangan dan/atau pariwisata dalam menggerakan dinamika pembangunan nasional, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya, digambarkan sebagai lokasi bandar udara yang memudahkan transportasi udara pada wilayah di sekitamya;
  5. Pembuka isolasi daerah, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang dapat membuka daerah terisolir karena kondisi geografis dan/atau karena sulitnya moda transportasi lain;
  6. Pengembangan daerah perbatasan, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan tingkat prioritas pengembangan daerah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kepulauan dan/atau di daratan;
  7. Penanganan bencana, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan kemudahan transportasi udara untuk penanganan bencana alam pada wilayah sekitarnya;
  8. Prasarana memperkokoh Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara, digambarkan dengan titik-titik lokasi bandar udara yang dihubungkan dengan jaringan dan rute penerbangan yang mempersatukan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bandar udara terdiri atas:

  1. Bandar udara umum yaitu bandar udara yang dipergunakan untuk melayani kepentingan umum.
  2. Bandar udara khusus bandar udara yang hanya digunakan untuk melayani kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatan usaha pokoknya.

Berdasarkan rute penerbangan yang dilayani maka bandar udara dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Bandar Udara Domestik adalah bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri.
  2. Bandar Udara Internasional adalah bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangnan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke luar negeri.
Helideck Asistant Training

        

Home

KERJASAMA LPPNPI


“Untuk mempercepat data itu diterima, maka akan kita bahas bersama sistim online untuk mempercepat data masuk ke kohanudnas. jadi kita harapkan kerjasama sipil dan militer ini berjalan untuk satu tujuan penerbangan sipil dalam rangka keselamatan penerbangan dan pertahanan negara," ungkap Herry di sela-sela penandatanganan MoU antara Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dan Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) dalam rangka Pertukaran informasi dan pemanfaatan data operasi penerbangan sipil, Rabu (13/2).

Pengawasan dan pengendalian terhadap penerbangan pesawat udara asing dilakukan secara terkoordinasi untuk menghindari pelanggaran dan penyalahgunaan serta menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.

Setiap pesawat udara asing non scheduled yang akan melintas maupun mendarat di wilayah Indonesia harus memiliki Flight Approval (FA) yang dalam penerbitannya mencakup Diplomatic Clearance, Security Clearance dan Technical Clearance, dalam rangka pengendalian dan pengawasan terhadap semua pesawat udara asing non schedule dan antisipasi terhadap potensi ancaman yang ditimbulkan akibat penerbangan illegal.

“Dari sisi perizinan sudah ada payung lain yang kita tandatangani tahun lalu di Kementerian Menko Polkam antara Kementerian Luar Negeri, TNI dan Ditjen Perhubungan Udara yang terkait dalam hal perizinan untuk pesawat asing yang beroperasi di wilayah Indonesia," kata Herry.

“Perizinan itu harus ada Diplomatic Clearencenya, Security Clearencenya, dan Flight Approval dari Ditjen Perhubungan Udara,"sambung Herry.

Sedangkan menurut Direktur Utama LPPNPI , Ichwanul Idrus, mengatakan separuh ruang udara yang kita layani merupakan wilayah udara yang harus kita amankan, namun ia mengakui sebagian lagi masih ada wilayah udara kita yang saat ini masih menjadi ruang udara negara lain.

“Pada saatnya kita akan ambil alih menjadi ruang udara atau wilayah udara territorial kita, hal ini sangat penting untuk dapat memudahkan kita di dalam menyelesaikan permasalahan pelanggaran wilayah ruang udara perbatasan, sambung Ichwanul.

Sementara, Panglima komando Pertahanan Udara Nasional, Marsekal Muda FHB Soelistyo, mengatakan kerjasama ini diharapkan menjadi kunci sukses agar wilayah negara kita di udara bisa dikelola juga dari aspek pertahanan. "Bila ada yang melanggar terhadap kedaulatan wilayah kita, saya bisa tahu dan menindak sesuai dengan tingkat pelanggaran," tandasnya.(FY)
sumber : http://hubud.dephub.go.id/?id/news/detail/1976

 

Additional information